Minggu, 29 Mei 2011

(Hari .....) Candi Borobudur "maaf saya lupa" (part 1)



Haha judulnya kagak bener nih!! tapi emang kenyataan saya jadi lupa urutannya jadi ngacak aj ya!!


Candi BorobudurBorobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15

Pemilihan 7 Wonders

Ilustrasi Pulau Komodo

Finalis Tujuh Keajaiban Dunia Paling Baru versi new7wonders.com

Semua finalis akan dipilih tujuh menjadi keajaiban dunia berdasarkan suara terbanyak. Tujuh keajaiban dunia versi suara terbanyak itu akan diumumkan pada 11 November 2011 (11/11/11).

Berikut 28 Finalis Tersebut

1. Amazon (Bolivia, Brazil, Kolombia, Prancis, Guiana, Guyana, Peru, Suriname, Venezuela)
2. Angel Falls (Venezuela)
3. Bay of Fundy (Kanada)
4. Black Forest (Jerman)
5. Bu Tinah Island (Uni Emirate Arab)
6. Cliffs of Moher (Irlandia)
7. Dead Sea (Israel, Yordania, Palestina)
8. El Yungque (Puerto Rico)
9. Galapagos (Ekuador)
10. Grand Canyon (Amerika Serikat)
11. Great Barier Reef (Australia, Papua Nugiuni)
12. Halong Bay (Vietnam)
13. Iguazu Falls (Argentina, Brazil)
14. Jeita Groto (Libanon)
15. Jeju Island (Korea Selatan)
16. Kilimanjaro (Tanzania)
17. Komodo (Indonesia)
18. Maldives (Maldibves)
19. Masurian Lake District (Polandia)
20. Matterhorn (Italia, Swiss)
21. Milford Sound (New Zealand)
22. Mud Volcano (Azerbajian)
23. Puerto Princesa (Filipina)
24. Sundarbans (India)
25. Table Mountain (Afrika Selatan)
26. Uluru (Australia)
27. Vesuvius (Italia)
28. Yushan (Taiwan)
Sumber Berita
Sumber Foto
Jadi Tunggu Apa lagi Ayo vote buat Komodo kita!!

Laporan Study Tour (Part 2)

A.     Keraton Yogyakarta Dan Borobudur
  • ·         Pembangunan Kraton
Objek fisika yang bisa dilihat di sini adalah struktur bangunan yang memiliki keseimbangan dan perencanaan yang bagus. Pembangun Istana Kraton Yogyakarta di arsiteki oleh Sultan Hamengku Buwono I dan menggunakan bahan-bahan sederhana.Temboknya dari tanah yang diperkuat dengan tiang-tiang penyangga dari kayu pohon kelapa dan aren. Bangunan di dalamnya terdiri atas bambu dan kayu dengan atap ilalang. Pembangunan-Pembangunan tersebut memakai pengukuran yang teliti sehingga bentuknya simetris dan seimbang.  Sendi-Sendi Bangunan Juga diperkuat dengan sedemikian rupa sehingga menunjukan kemajuan pesat Ilmu ukur dan Fisika Bangunan ketika zaman itu.

B.      Museum Kereta Kencana Yogyakarta
  • ·         Konsep Pegas Yang Diterapakan Pada Kereta Kencana
Kereta Kencana Merupakan Kendaraan Yang dipakai Oleh  Sultan Yogyakarta untuk berbagai macam hal seperti rekreasi atau berpergian keluar kota. Sebagian Besar dari Kereta-Kereta yang dimiliki Kesultanan Yogyakarta merupakan pemberian dari Penjajah-Penjajah yang datang ke Indonesia, seperti Belanda, dan Spanyol.  Dari Beberapa Kereta tersebut terdapat 2 kereta yang menggunakan Konsep pegas yaitu Kereta Kanjeng Nyai Jimad yang menggunakan pegas yang terbuat dari kulit kerbau.

Lalu Kereta Garudo Yeksa, desain kereta ini datang dari Sri Sultan HB I. Pegasnya berfungsi apabila pintu kereta dibuka, maka akan ada tangga turun dengan sendirinya seperti yang sering dijumpai pada pintu-pintu pesawat terbang. 

Laporan Study Tour (Part 1)

Oh, iya nih teman-teman karena tulisan selanjutnya belum selasai jadi saya akan menampilkan hasil laporan Study tour kami ke Yogyakarta-Dieng dengan objek Fisika.

A.     Dataran Tinggi Dieng

Di Dieng banyak sekali objek-objek Fisika yang bisa dilihat dan Objek-objek tersebut merupakan penerapan-penerapan konsep dasar fisika dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini akan diberikan objek-objek atau penerapan konsep fisika yang terjadi di daerah tersebut.
  • ·         Temperatur udara dan Ketinggian suatu tempat
Temperatur udara di dataran tinggi dieng yang berkisar antara  15-17 °C bisa dijadikan tolak ukur untuk menentukan ketinggian suatu tempat karena semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Selain itu ada juga pengaruh dari ciri khas udara yaitu bila naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Jadi dari data tersebut bisa dihitung diketinggian berapa pengukuran tersebut  dilaksanakan :  .

Sabtu, 28 Mei 2011

(Aktivitas terakhir Hari 1) Kembali Ke Hotel

Asyik... Akhirnya bisa ke hotel (Hotel University Yogyakarta) setelah sekian lama duduk dan tidur di Bis.. Ingin merasakan Kehangatan di Kasur.... Tapi, Jangan Bersenang-senang dulu karena perjalanan masih panjang banget.. Jadi, kita membutuhkan Stamina Extra.. Tapi, Berbeda dengan Teman-Teman Sekelas Kami berdua yang gokil abis!!
Dasar Tukang Nebeng Kamar
 Bukannya Tidur malah Kekamar penghuni lain...

(I'm Sorry... but it is still Day 1) Telaga warna

Di Kunjungan Tempat ke-3 kali ini kami sangat menyenangkan sekali loh!! Bahkan saya sampai tidak bosan sama sekali loh!! Karena seperti yang kita ketahui Banyak Kawasan Puncak Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah memiliki banyak panorama alam menakjubkan. Di antaranya Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Di seputaran dua telaga ini terdapat beberapa gua alam yang menyimpan legenda dan suasana mistis.
Telaga Warna akan menyambut para wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata ini. Disebut Telaga Warna karena memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan warna telaga. Terkadang berwarna hijau dan kuning, biru dan kuning, atau berwarna-warni mirip pelangi. Variasi warna ini dipengaruhi cuaca, waktu dan tempat melihatnya.
Lalu Menurut masyarakat setempat, ada suatu kisah yang menyebabkan warna danau alias telaga itu berwarna-warni. Konon, dahulu ada cincin milik bangsawan setempat yang bertuah namun terjatuh ke dasar telaga.
My Friends with Their Tengil's Style
Sementara dari kajian ilmiah, telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan dibiaskan menjadi warna-warni yang indah.

Ketika Kami kesana kebetulan warna telaganya berwarna Hijau dan membuat mata seakan-akan menjadi Hijau Alias Mata Duitan, Kok bisa? Ya iyalah pasti entar ada yang ngobyek lagi!!. Oh, Iya pada awalnya kami pengin pergi ke gua Jaran tapi, entah kenapa kita enggak jadi pergi!!. Padahal menurut yang saya dengar Gua tersebut mengandung aura mistis yang bikin bulu kuduk merinding... Bahkan ada satu lagi... Katanya Setelah rombongan sekolah kami ada sekolah lain yang pergi kesana dan Beberapa muridnya mengalami kesurupan dan kebetulan sekali mereka berhenti di rumah makan yang sama dengan kami jadi, kami sempat melihatnya kesurupan ketika didalam Masjid..

Makanya kalo Mau pergi-pergi ke tempat yang menurut kita menyeramkan.. Sebaiknya kita tidak dalam kondisi kosong pikiran atau berbuat yang tidak-tidak sehingga mengganggu mereka.

(Still Day 1)

With Friend
Masih Di hari Pertama.. Setelah Kami dari Kompleks Candi Dieng Plateau kita menuju ke tempat peristirahatan sementara untuk beristirahat dan mengisi perut. Baru setelah itu kita menuju ke kawah Sikidang.
Nah, Kawah Sikidang merupakan kawah yang terpopuler dan terbesar di Dieng, disamping letaknya yang mudah dijangkau fasilitas yang ada cukup lengkap, Seperti Mushola, WC, Area Parkir dan Pusat Perbelanjaan. Hingga kini Kawah Sikidang menjadi obyek wisata primadona dikalangan wisatawan.